Dendam itu Tidak Seperti Pompa Bambu / Hermawan Aksan text Jakarta : Azka Press, 2006 Karena dendam kepada Iwan, Angga memutuskan untuk berlibur di desa kakeknya. Kakek Angga terkenal sebagai guru pencak silat. Angga bermaksud belajar pencak silat kepada kakeknya. Latihan yang diberikan kakeknya ternyata sangat berat. Meskipun begitu, semangat berlatih angga sangat tinggi, karena memang berbakat, maka dengan cepat angga menguasai beberapa jurus. Di desa, secara tak terduga angga bentrok dengan anak setempat, karena angga bermaksud menolong seorang anak yang menangis. Selain belajar silat, Angga juga memperoleh pengetahuan yang sangat berharga dari pamannya, yakni tentang teknologi sederhana pembuatan pompa bambu. Pompa itu sangat berguna untuk menggantikan timba. Angga tertarik kepada pompa bambu karena ia kasihan melihat ibunya mengangkut air ke bak mandi, disebabkan oleh air ledeng tak bisa naik. Bagaimana akhir dendam Angga terhadap Iwan? Mengapa dendam tak sama dengan pompa bambu? Seri Pengetahuan Budi Pekerti Buku anak URN:ISBN:978-979-744-461-9