01440 2200193 4500001002100000005001500021035002000036245005900056100001900115250001700134300002900151260003300180082000800213084001400221020002200235650001400257520094100271500003401212INLIS00000000000018220240511080719 a0010-05240001041 aDendam itu Tidak Seperti Pompa Bambu /cHermawan Aksan0 aHermawan Aksan acetakan ke-1 a106 hlm :bilus ;c21 cm aJakarta :bAzka Press,c2006 a813 a813 HER d a978-979-744-461-9 4aBuku anak aKarena dendam kepada Iwan, Angga memutuskan untuk berlibur di desa kakeknya. Kakek Angga terkenal sebagai guru pencak silat. Angga bermaksud belajar pencak silat kepada kakeknya. Latihan yang diberikan kakeknya ternyata sangat berat. Meskipun begitu, semangat berlatih angga sangat tinggi, karena memang berbakat, maka dengan cepat angga menguasai beberapa jurus. Di desa, secara tak terduga angga bentrok dengan anak setempat, karena angga bermaksud menolong seorang anak yang menangis. Selain belajar silat, Angga juga memperoleh pengetahuan yang sangat berharga dari pamannya, yakni tentang teknologi sederhana pembuatan pompa bambu. Pompa itu sangat berguna untuk menggantikan timba. Angga tertarik kepada pompa bambu karena ia kasihan melihat ibunya mengangkut air ke bak mandi, disebabkan oleh air ledeng tak bisa naik. Bagaimana akhir dendam Angga terhadap Iwan? Mengapa dendam tak sama dengan pompa bambu? aSeri Pengetahuan Budi Pekerti