| Abstrak |
Sudah beberapa hari ini arman memasuki kelasnya yang baru. Ia masih tetap berjualan makanan seperti dulu, tapi dititipkan mbah Rejo. Semua teman-teman kelasnya menyambut Arman dengan gembira. Termasuk kelas lain. Mereka sudah akrab dengan Arman. Hanya Heri dan Irwanlah yang nampak kurang senang. Tapi Arman menganggap menanggapi dengan baik-baik.
Suatu siang, di tempat mbah rejo berjualan.
"Man, kamu tidak lagi sekolah di bawah jendela ya?" Ledek mbah rejo jenaka.
"Ah, mbah. Kalau kita memang ingin maju, jangan menyerah begitu saja. Berjuang dengan keras dan berdoa, memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Betul nggak, Bud?" ujar arman dengan senyum.
Mbah rejo, arman, budi, nuning, dan amir juga beberapa anak setuju dengan pendapat arman.
Mereka makin mantap belajar, baik di sekolah maupun dirumah. Tentu saja mereka tidak melupakan akan kewajibannya sebagai anak-anak muslim. Rajin berdoa dan selalu mengerjakan sholat lima waktu dan berbakti kepada kedua orang tua.
|